Tuesday, August 7, 2012

Bapak Sudah Tidak Ada

Posted on Multiply, Jun 19, 2008 1:16 PM

Tetangga belakang rumah saya meninggal dunia. Ada kejadian yang mengusik hati saya dan pasangan. Tidak diceritakan dengan jelas bagaimana almarhum meninggal. Ketika istri almarhum menduga suaminya telah meninggal, dipanggillah seorang ustadz. Beliau berkata: "Bapak sudah ga ada." Untuk menambah keyakinan, ustadz lain dipanggil. Jawabannya pun sama: "Sudah ga ada."
Jadilah, pasangan melayat ke rumah duka. Tidak lama, pasangan pun pulang. Berikutnya, mertua saya melayat. Beliau pulang dengan terheran-heran. "Mana? Katanya meninggal. Anaknya bilang masih napas."
Rupanya ada kesalahpahaman fatal. Beliau sebenarnya belum meninggal. Bisa dibilang mati suri. Pihak keluarga pun bergegas membawa beliau ke rumah sakit. Namun apa daya, pertolongan yang diberikan pihak RS tidak berhasil. Beliau pun meninggal. 
Saya pun pernah mengalami kejadian yang sama. Sewaktu ibu saya koma, dipanggillah ustadzah. Beliau berkata: "tipis" (maksudnya sudah tidak ada harapan hidup). Keluarga pun sudah pasrah dan hanya menunggu. Setelah terlalu lama menunggu, keluarga memutuskan untuk membawa ibu ke RS. Lima hari kemudian, ibu saya meninggal dunia. 
Saya sebal dengan para ustadz itu. Entah mendapat wangsit dari mana sehingga mereka bisa memvonis seseorang sudah meninggal atau belum? Mereka punya kuasa apa atas nyawa seseorang?
Apa karena mereka lebih paham hal-hal seperti itu, ya? Jengkelnya, baik saya, tetangga dan mungkin orang lain percaya mereka. Padahal, siapa tahu, kalau kita bergegas ke ahli medis, nyawa seseorang bisa tertolong. 

No comments:

Post a Comment